25 Februari 2010

UNTUK DIRIKU YANG MERASA SUCI


Hatiku,
Benarkah aku meletakkan akhirat sebagai tujuan utama, sedang dunialah yang lebih sering kurisaukan daripada kehidupan setelah matiku.

Wahai diriku…….
Bagaimanakah aku ingin menjadi tamu Alloh yang mulia diakhirat, sedangkan di dunia aku tidak mau menyahut seruan untuk menjadi tamu di rumah-Nya

Duhai jiwa,
Bagaimanakah aku ingin menepati masaku dengan manusia, sedangkan masaku dengan Alloh yang lima itupun tidak aku tepati.

Jiwaku,
Bagaimanakah aku bias bersedih ketika hajatku di dunia tidak kesampaian, sedang aku sadar bahwa Alloh lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.

Diriku,
Bagaimanakah aku bisa sibuk membicarakan kesalahan orang lain, sedangkan diriku inilah yang lebih banyak kekurangan berbanding manusia lain.

Wahai hati..
Bagaimanakah aku mampu untuk bergelak ketawa, sedangkan pada masa yang sama banyak saudara se-Islamku yang sedang dihina, disiksa, dibunuh.

Oh jiwa yang tenang,
Bagaimanakah aku bisa merasa tenang dengan ilmu di ada, sedang akulah yang paling dimurkai jika tidak mengamalkannya.

Duhai sanubari,
Bagaimanakah hati ini sudah tidak lagi tersentuh apabila mendengar ayat suci-Mu. Sedangkan nyanyian yang melalaikan dari manusia-manusia yang lebih menyentuh hati ini.

Wahai qalbi,
Bagaimanakah aku untuk mengubah diri ini, sedangkan aku tidak sadar bahwa…. diri ini hanya seorang hamba abdi… kepadaMu Illahi…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar