6 Oktober 2010

Biologi Kultur Jaringan

KULTUR JARINGAN
1. Pengertian Kultur Jaringan’
Kultur jaringan/Kultur In Vitro/Tissue Culture adalah suatu teknik untuk mengisolasi, sel, protoplasma, jaringan, dan organ dan menumbuhkan bagian tersebut pada nutrisi yang mengandung zat pengatur tumbuh tanaman pada kondisi aseptik,sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman sempurna kembali.
2. Teori Dasar Kultur Jaringan
a) Sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dengan sel zigot karena berasal dari satu sel tersebut (Setiap sel berasal dari satu sel).
b) b. Teori Totipotensi Sel (Total Genetic Potential), artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan berediferensiasi menjadi tanaman lengkap.
3. Beberapa Teknik Kultur Jaringan
a. Meristem culture, budidaya jaringan dengan menggunakan eksplan
dari jaringan muda atau meristem.
b. Pollen culture/anther culture, menggunakan eksplan dari pollen atau
benang sari.
c. Protoplas culture, menggunakan eksplan dari protoplas.
d. Chloroplas culture, menggunakan kloroplas untuk keperluan fusi
protoplas.
e. Somatic cross (bilangan protoplas/fusi protoplas), menyilangkan dua
macam protoplas, kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman
kecil yang mempunyai sifat baru
4. Kelebihan bibit hasil kutur jaringan antara lain :
 Kontinuitas ketersediaan bibit dalam jumlah besar akan terjaga sepanjang waktu.
 Bibit yang sama memiliki sifat yang sama dengan induknya.
 Bibit yang dihasilkan bebas dari penyakit dan virus.
 Lebih cepat tumbuh
5. Manfaat Teknik Kultur Jaringan
Beberapa manfaat teknik kultur jaringan adalah sebagai berikut:
a. Untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu
singkat dengan sifat dan kualitas sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari virus dan penyakit.
c. Menciptakan varietas baru, yaitu dengan cara menggabungkan
plasma dari sel-sel yang berbeda dalam satu spesies lalu
menumbuhkannya melalui kultur jaringan.
d. Melestarikan jenis tanaman yang hampir punah.
e. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.


6. Contoh Kultur Jaringan
Penanaman Jati dengan Metode Kultur Jaringan
Jati (Tectona grandis) merupakan famili dari Verbenacea. Merupakan penghasil kayu yang berkualitas, terkenal dengan keawetan dan kekuatannya, dan keindahan teksturnya membuatnya menjadi bahan furniture. Peluang pasar jati amat tinggi, akibatnya permintaan akan bahan kayu jati pun amat tinggi. Akan tetapi sayangnya permintaan tersebut belum dapat diimbangi dengan permintaan bahan kayu jati. Penghasilan baru bahan jati Indonesia adalah 2,5 juta m3/tahun. Harga jati sendiri cukup tinggi. Harganya di dalam negeri sekitar 8-9 juta /m3 sedangkan di luar negeri sekitar 15 juta/m3. akan tetapi walaupun tanaman jati merupakan tanaman yang potensial masih tetap ada kendala dalam hal produksi jati, diantaranya adalah:
 Jati memerlukan investasi jangka panjang.
 Masyarakat dan perusahaan swasta kurang meminati bidang produksi jati.
 Sulit didapatnya bibit yang berkualitas dalam skala banyak dan seragam.
Seperti yang kita singgung sedikit tentang teori totipotensi yang menyebutkan bahwa secara teoritis tiap sel organ tanaman akan bisa tumbuh menjadi tanaman yang sempurna jika ditempatkan dalam lingkungan yang sesuai. Maka digunakanlah metode kultur jaringan ini untuk membudidayakan pohon jati.
Media untuk kultur jaringan ini mengandung:
 Unsur hara makro dan mikro
 Vitamin
 Gula
 Agar (untuk memadatkan larutan)
 Zat pengatur tumbuh:
o Auksin (pertumbuhan tinggi dan akar)
o Sitokinin (penggandaan tunas)
Proses pembuatan media kultur itu sendiri adalah sebagai berikut:
Bahan kimia ditimbang, dilarutkan dalam air destilasi (air bebas mineral), lalu PH larutan diukur, campurkan agar kemudian dimasaka hingga mendididh, lalu tuangkan media kedalam botol ukur, setelah itu berikan label media dan disterilkan dengan autoclare.

Proses selanjutnya adalah sterilisasi eksplan jati, yang caranya adalah sebagai berikut:
 Siapkan pucuk tunas muda jati.
 Lalu rendam didalam larutan fungisida dan bakterisida.
 Lalu rendam dalam larutan disinfektan (Clorox/baydin)
 Dicuci dengan air steril hingga bersih dari desifektan.
 Lalu tanam didalam media inisiasi tunas invitro.
Tunas-tunas yang ditanam dalam media invitro, disimpan di ruang steril. Botol steril disimpan pada rak kultur yang diberi cahaya lampu TL dengan intensitas cahaya 1000-4000 lux. Lampu TL diatur 16 jam menyala dan 8 jam padam agar sesuai seperti keadaan siang dan malam di bumi. Ruangan tempat penyimpanan dijaga suhunya di temperatur 250-280 C dengan menggunakan AC. Dan secara berkala ruang kultur disteril dengan menggunakan formalin. Inisiasi In vitro pertama adalah saat tunas berusia 3 minggu dan pemanjangan tunas 3-4 minggu.
Setelah itu akan ada proses aklimatisasi yaitu pembiasaan tanaman eksplan dari media botol ke media tanah. Proses aklimatisasi dilanjutkan dengan pembesaran bibit di polybag.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar