Seorang Calon Bidan yang sedang merajut Asa untuk Get Amd. Keb "Maka Nikmat Tuhan Mana Yang Kamu Dustai
25 Februari 2010
Doa bagi yang sedang bimbang
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin… Ya Rabbal ‘Alamin
UNTUK DIRIKU YANG MERASA SUCI

Hatiku,
Benarkah aku meletakkan akhirat sebagai tujuan utama, sedang dunialah yang lebih sering kurisaukan daripada kehidupan setelah matiku.
Wahai diriku…….
Bagaimanakah aku ingin menjadi tamu Alloh yang mulia diakhirat, sedangkan di dunia aku tidak mau menyahut seruan untuk menjadi tamu di rumah-Nya
Duhai jiwa,
Bagaimanakah aku ingin menepati masaku dengan manusia, sedangkan masaku dengan Alloh yang lima itupun tidak aku tepati.
Jiwaku,
Bagaimanakah aku bias bersedih ketika hajatku di dunia tidak kesampaian, sedang aku sadar bahwa Alloh lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.
Diriku,
Bagaimanakah aku bisa sibuk membicarakan kesalahan orang lain, sedangkan diriku inilah yang lebih banyak kekurangan berbanding manusia lain.
Wahai hati..
Bagaimanakah aku mampu untuk bergelak ketawa, sedangkan pada masa yang sama banyak saudara se-Islamku yang sedang dihina, disiksa, dibunuh.
Oh jiwa yang tenang,
Bagaimanakah aku bisa merasa tenang dengan ilmu di ada, sedang akulah yang paling dimurkai jika tidak mengamalkannya.
Duhai sanubari,
Bagaimanakah hati ini sudah tidak lagi tersentuh apabila mendengar ayat suci-Mu. Sedangkan nyanyian yang melalaikan dari manusia-manusia yang lebih menyentuh hati ini.
Wahai qalbi,
Bagaimanakah aku untuk mengubah diri ini, sedangkan aku tidak sadar bahwa…. diri ini hanya seorang hamba abdi… kepadaMu Illahi…
16 Februari 2010
Tupai dan Ikan Gabus
tersebutlah seekor tupai bersahabat dengan seekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah kuatnya.
Pada suatu hari si Ikan Gabus jatuh sakit. Badannya sangatlemah.
Dengan setianya si Tupai menunggui temannya itu. Sudah beberapa hari si Ikan Gabus tidak enak makan. Maka si Tupai berusaha membujuknya. Namun si Ikan Gabus hanya mau makan
kalau diberi makan hati ikan Yu.
Mendengar permintaan si Ikan Gabus, Si Tupai menjadi sangat sedih. Sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di
lautan lepas. Namun akhirnya ia memutuskan juga untuk mencarikannya.
Maka iapun meloncat-loncat dari pohon ke pohon hingga sampai ke sebuah pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Dengan perlahan si Tupai melobangi sebutir biji kelapa. Setelah airnya habis, iapun masuk ke dalam kelapa itu. Dari dalam kelapa itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah kelapa itu.
Tak lama kemudian buah kelapa itu sudah terlepas dari tangkainya dan tercebur ke laut lepas. Ombak laut itu sangat besar. sehingga dalam waktu tidak lama, buah kelapa itu sudah berada ditengah laut lepas. Tiba-tiba datanglah seekor Ikan Yu besar. Dengan segera ia menelan biji kelapa tersebut bulat-bulat. Setelah berada di dalam perut ikan itu, si Tupai lalu mengigiti hatinya. Ikan itu menggelepar-gelepar menuju pantai. Sesampainya di pantai, Ikan Yu sudah kehabisan tenaga dan akhirnya mati.
Dengan senang hati si Tupai membawa hati Ikan Yu itu untuk sahabatnya. Dengan ajaibnya setelah memakan hati Ikan Yu, Si Ikan Gabus menjadi sembuh total. Ia meloncat-loncat dengan gembiranya. Ia pun berjanji akan menolong si Tupai kalau ia sakit di hari kemudian. (Diadaptasi secara bebas dari Warisa Ram, dkk. "Tupai dan Ikan Gabus" Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Barat. Jakarta).
(SELESAI)
15 Februari 2010
Cindelaras and chiken
No : 27
Kelas : X.ict
TUGAS BAHASA INGGRIS 16 FEBRUARI 2009
Jenggala kingdom ruled by a king named Raden Putra. He was accompanied by an empress who is kind and a concubine who has the nature of envy and jealousy. The king's son and his wife had been living in a very magnificent palaces and peaceful. Until one day the king concubines planning something bad on the king consort. This is done because a concubine Raden Putra want to become empress.
Concubine of the emperor and of conspiring with a court physician to implement the plan. Concubine of the king pretended to be sick. Court physicians and immediately called the King. After examining these concubines, the physician said that there was someone who had put poison in the drink princess. "The man was none other than King himself empress," said the physician. His Majesty the wrath of the court hearing the physician. He immediately ordered the grand vizier to remove the empress to the woods and kill him.
The Regent immediately bring the empress who was pregnant was the middle of the wilderness. But, the grand vizier's not wise to kill the empress. Apparently the grand vizier had known evil emperor concubines. "Mr. daughter not to worry, I will report to the king that the princess's servants killed," said the grand vizier. To deceive the king, the ministers of his sword with the blood stain they catch rabbits. The king was satisfied when the grand vizier to report that he had killed the queen.
After a few months in the jungle, the empress gave birth to a son. The boy was given the name Cindelaras. Cindelaras grow into a child who is smart and handsome. Since childhood he had been friends with the animal inhabitants of the forest. One day, while being engrossed in play, an eagle dropped a chicken egg. Cindelaras then took the egg and the intended menetaskannya. After 3 weeks, the eggs hatch into a chick who is very funny. Child care Cindelaras diligently chicken. Kian day chicks grew into a handsome rooster and strong. But there is a strange one from the chicken. Chicken crow sounds different from other chickens. "My lord Kukuruyuk ... Cindelaras, his home in the middle of the jungle, the roof of coconut leaves, his father, Raden Putra ...", crowing chicken
Cindelaras was amazed to hear crowing chickens and immediately showed his mother. Then, the mother told the origin Cindelaras why they came to be in the woods. Hearing the mother's story, determined to Cindelaras to court and expose the evil concubine of the emperor. Having allowed his mother, Cindelaras go to the palace accompanied by a rooster. While on the way there are some people who are risk one chicken. Cindelaras then called by the penyabung chicken. "Come on, if you dare, adulah chicken jantanmu with my chicken," she challenged. "Well," replied Cindelaras. When competed, it was a cock fight with mighty Cindelaras and within a short time, he can beat his opponent. After a couple of times pitted, chicken Cindelaras undefeated.
News of the wonders of chicken Cindelaras spread quickly until he came to the Palace. Raden Putra was finally heard it. Then, Raden Putra told hulubalangnya to invite Cindelaras to the palace. "I'm facing the emperor," he said politely Cindelaras. "This child is handsome and intelligent, it seems he is not descended from the common people," thought the emperor. Competed with chicken chicken Cindelaras Raden Putra on one condition, if Cindelaras chicken so he would lose his head beheaded, but if the chicken is half-won wealth Raden Putra Cindelaras belong.
Two chickens were fighting bravely. But in a short time, chicken chicken Cindelaras conquered the King. The audience cheered cheering Cindelaras and chicken. "Well I admit defeat. I'll keep my promise. But who are you, young man? "Tanya King Raden Putra. Cindelaras immediately bent like whispered something in his chicken. Not how long the chicken immediately rang. "My lord Kukuruyuk ... Cindelaras, his home in the middle of the jungle, the roof of coconut leaves, his father, Raden Putra ...," the rooster crowed repeatedly. Raden Putra was shocked to hear Cindelaras chickens crowing. "Is that right?" Ask the king in surprise. "True King, a servant Cindelaras, I was the Empress mother Baginda."
At the same time, the grand vizier immediately face and told all the events that actually happened to the queen. "I've made a mistake," said King Raden Putra. "I will give retribution on selirku," continued the king with rage. Then, concubines Raden Putra was the waste into the woods. Raden Putra immediately hugged her and apologized for his mistakes after that, Raden Putra and commander immediately into the woods to pick up queens .. Finally Raden Putra, empress and Cindelaras be together again. After Raden Putra died, Cindelaras replace his father. He ruled his country with a fair and wise.
http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html
13 Februari 2010
Cara Membaca Grafik
1. Grafik
Grafik adalah lukisan suatu keadaan dengan garis atau gambar tertentu tentang naik turunnya hasil, statistik.
Cara membaca grafik:
a. Perhatikan judul. Jangan lupa untuk membacanya karna judul merupakan inti dari grafik tersebut.
b. Membaca informasi yang tertulis. Seperti yang ada dikanan maupun yang dikiri. biasanya berkenaan dengan jumlah, bulan, tahun, dan sebagainya.
c. Membaca keseluruhan isi. Ini adalah bagain terpenting, Menemukan perbedaan yang mencolok pada data tersebut, baca dengan teliti informasi dari kiri kekanan, dari atas kebawah. Cermati angka –angka yang ada dalam grafik. Kamu dapat menambah informasi seperti nilai terendah, nilai tertinggi, nilai kenaikan, nilai penurunan, kenaikan terbanyak, kenaikan terendah, penurunan terbanyak, penurunan terendah, objek terbanyak, objek terendah. Ini dapat kamu tamabh sebagai pelengkap tabel grafik, ingat tambah seanyak-anyaknya informasi yang kemu dapat dalam grafi, sehingga meminimalis makna tersirat yanga ada dalam grafik.
Penarikan kesimpulan ini adalah tahap yang paling mudah. Biasanya hanya menyebutkan keadaan dari grafik tersebut. Mengalami kenaikan, penurunan atau fluktuasi1. Tabel
Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah di lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
1. Mengamati judul tabel.
2. Mengamati kolom-kolom yang ada di tabel.
3. Menemukan perbedaan yang mencolok pada data tersebut, baik yang tertinggi,
terendah, atau rata-rata (hitunglah bila memang diperlukan).
4. Menarik kesimpulan dari data yang disampaikan dalam tabel
Ciri-ciri plantae
1. BRYOPHYTA( TUMBUHAN LUMUT )
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut yang apakah secara khas tinggi 1-10 cm (0.4-4 inchi), meskipun beberapa jenis adalah banyak lebih besar. Mereka biasanya tumbuh berdekatan bersama-sama di dalam keset / dasar, perdu atau di tempat rindang. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Pada lumut tertentu menghasilkan capsule spora yang nampak seperti paruh yang dilahirkan pada tangkai tipis.
Ciri-ciri lumut:
· Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut.
· Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem). Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu: Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermatozoid.Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum
· Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.
· Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :- Vaginula (kaki) - Seta (tangkai) - Apofisis (ujung seta yang melebar) - Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.
2. TUMBUHAN BIJI
a. Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae)
Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:
1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
2. Bentuk perakaran tunggang
3. Daun sempit, tebal dan kaku
4. Tulang daun tidak beraneka ragam
5. Tidak memiliki bunga sejati
6. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
B. Tumbuhan Biji Tertutup ( Angiospermae )
Tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang bijinya terdapat di dalam bakal buah. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:
1. Hidup sebagai pohon, perdu, semak, merambat atau herba/terna
2. Daun pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip, menjari, melengkung atau sejajar
3. Memiliki bunga sejati dengan perhiasan bunga berupa kelopak dan mahkota bunga dan alat perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari
Tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah keping bijinya, yaitu:
1. Tumbuhan berkeping biji satu (Monocotyledonae)
2. Tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledonae)
Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
3. Tumbuhan paku (Pteridophyta)
Ciri-ciri tumuhan paku:
1. Hidup di daerah darat yang basah dan lembab
2. Sudah memiliki jaringan pengangkut serta berkosmus ( memiliki akar daun dan atang sejati)
3. Akar erbentuk serabut yang dilindungi kaliptra. Pada slinder pusat terdapat xylem adan floem, atang ada yang berbentuk rimpang dan ada yang tinggi esar, dilenkgkapi jarimgan penguat yaitu : sklerenkim.
4. Hidup di air ( hirdrofit ), menempel ( epifit), di tempat lembab (higrofit). Ataupun sarprifit.
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).
Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang-cabang, sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun yang khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora.
Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora (sporangium). Kumpulan sporangium disebut sorus. Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu paku homospora (isospora), paku heterospora dan paku peralihan. Paku homospora menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). Paku heterospora menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil) (ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). Paku peralihan merupakan peralihan antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pbentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelamin (ex Equisetum debile/paku ekor kuda).
UNTUKMU KAWAN
Kawan…
Bila terasa ingin menangis.. hubungilah aku.. bukan aku akan menyuruh kau berhenti menangis.. tapi mungkin aku bisa menangis bersamamu
Kawan
Jika terasa tiba-tiba mau melarikan diri.. jauh dari masalah... hubungilah aku... aku takkan suruh kau berhenti.. tapi.. mungkin aku akan bersamamu hingga masalahmu selesai
Kawan
Jika tiba-tiba kau ditinggalkan kekasih... beritahulah aku.. aku tidak akan mencaci siapapun, tapi aku akan coba buat kau lebih cintai Rabbmu dan dirimu sendiri
Kawan
Jika kau kecewa keluargamu tak bahagia, beritahulah aku, aku takkan buat kau benci kepada ibu bapakmu, tapi terimalah segala ketentuan Allah dan belajar tuk cintai mereka….
Kawan
Jika kau kecewa dengan pernikahanmu suatu hari nanti, ceritalah padaku, aku takkan sebut nama perempuan/ lelaki itu.. tetapi cobalah jadi lelaki/ wanita yang lebih sholeh/ sholehah..
Tetapi kawan
Jika suatu hari aku berdiam diri.. aku tak membalas sms mu, aku tidak menerima telepon darimu carilah aku segera... Sebab waktu itu aku...aku mungkin perlukan kau... atau aku sudah tiada lagi di dunia ini......... jadi andai suratan buatku ini telah tiba, kalian doakan kesejahteraanku di dunia abadi karena mungkin doa kalian mampu menemani aku di alam yang berbeda
Ya Alloh.. Engkaulah Yang Maha Kuasa, tiada lagi yang lebih dari padaMu...
Ampunkanlah dosa-dosaku, dosa-dosa pada kawan-kawanku, dosa keluarga,. Saat harus kembali kepadaMu Engkau cabutlah nyawa kami dengan husnul khotimah. Ya Alloh....
26 Januari 2010
JENIS-JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA
A. MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS
Ditemukan oleh G.H.R. Von Koeningswald tahun 1946 dan 1941 di Sangiran (Surakarta) dan Marks tahun 1952.
· Fosil berupa rahang bawah dan rahang atas.
· Diperkirakan sebagai manusia purba paling tua.
· Hidup sekitar 2 juta – 1 juta tahun yang lalu.
· Disebut sebagai manusia purba tertua di Pulau Jawa
Ciri –ciri :
a. Tubuh kekear
b. Rahang dan geraham besar
c. Tidak berdagu
d. Menyerupai kera
B. PITHECANTHROPUS MOJOKERTENSIS
Pithecanthropus Mojokertensis itu artinya manusia kera dari Mojokerto. Itu sebenarnya cuma salah satu jenis dari phitecanthropus yang ditemukan Ralph von Koeningswald di Mojokerto tahun 1936 dalam rupa fosil anak- anak. Disebut juga Pithecanthropus Robustus. Pithecanthropus secara tipologi berada pada lapisan Pucangan dan Kabuh. Umurnya diperkirakan 30.000- 2 juta tahun.
· Ditemukan tahun 1936 di Mojokerto Jawa Timur.
· Fosil berupa tengkorak anak.
· Masih tergolong jenis Pithecanthropus.
Ciri-ciri :
a. Badan tegak
b. Tidak memiliki dagu
c. Bentuk kening menonjol
d. Tinggi badan 165 – 180 cm
e. Volume otak 750 – 1.300 cc
f. Tulang rahang dan geraham cukup kuat
g. Tulang tengkorak cukup tebal
h. Bentuk tengkorak lonjong
C. PITHECANTHROPUS ERECTUS
- Ditemukan oelh Eugene Dubois tahun 1890 di daerah Trinil (dekat sungai Bengawan Solo)
- Pithe artinya kera
- Anthropus artinya manusia
- Erectus artinya tegak
- Pithecanthropus erectus artinya manusia kera berjalan tegak.
Ciri-ciri :
a. berbadan dan berjalan tegak
b. tinggi badan 165 – 170 cm
c. diperkirakan hidup sekitar 1 juta tahun yang lalu.
Kehidupan Manusia Purba di Indonesia
Kehidupan manusia purba di Indonesia berdasarkan bukti-bukti peninggalan mengalami perubahan. Perkembangan manusia purba di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Pada masa berburu dan meramu, kehidupan manusia purba pada zaman ini berpindah-pindah untuk mencari bnatang buruan dan bahan makanan yang telah disediakan oleh alam. Alat alat yang digunakan pada masa ini antara lain; kapak berimbas, alat dari serpih, dan kapak genggam.
- Masa bercocok tanam, pada masa ini manusia sudah meulai hidup menetap dengan membuat rumah-rumah panggung yang bertujuan menghindar dari binatang, serangan musuh atau menghindari banjir. Alat-alt yang digunakan antara lain : mata panah, gerabah, beliung persegi, dan kapak lonjong.
- Masa pertukangan , pada masa ini selain hidup menetap manusia purba juga sudah mampu membuat alat-alat walaupun masih sangat sederhana. Alat-alat yang dihasilkan pada masa ini antara lain : nekara, kapak perunggu, moko, bejana, patung perunggu, manik-manik, geraah dan mata tombak.
- Masa mengenal kepercayaan, pada masa ini mulai menyadari akan keterbatasan dirinya sehingga ada kekuatan lain di luar kemampuanya. Kepercayaan tersebut antara lain ; animisme yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang telah meninggal, dan dinamisme yaitu kepercayaan terhadap kekuatan gaib. Pada masa ini untuk upacara ritual manusia purba mengembangkan kebudayaan megalithikum yaitu kebudayaan batu besar dengan cara membuat beberapa bentuk bangunan dari batu yang mempunyai ukuran yang cukup besar.
Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi
Mon, 25/09/2006 - 11:06pm — godam64
Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern. Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
Manusia Jawa Purba Pernah Mendiami Eropa
Hanover, Jerman - Pecahan tulang tengkorak yang ditemukan di sebuah tambang Jerman ternyata berasal dari Manusia Jawa, manusia purba yang sebelumnya diyakini merupakan penduduk asli Asia, sehingga memicu spekulasi bahwa manusia purba Asia pernah menjajah Eropa.
Alfred Czarnetzki, seorang profesor di Universitas Tuebingen, mengumumkan Kamis lalu bahwa kerangka tersebut, yang ditemukan pada 2002, “usianya paling tidak 700.00 tahun” dan begitu mirip Manusia Jawa “sehingga boleh jadi merupakan kembarannya”. Tulang tengkorak itu berasal dari spesies Homo erectus, di mana manusia modern dikenal sebagai Homo sapiens, yakni manusia yang sudah berbudaya.
Manusia Jawa adalah nama yang diberikan kepada fosil yang ditemukan pada 1891 di Trinil, tepian Bengawan Solo. Fosil ini merupakan salah satu spesimen Homo erectus atau manusia purba berjalan tegak yang paling pertama dikenal. Penemunya, Eugene Dubois, memberikan nama ilmiah Pithecanthropus erectus, sebuah nama yang berasal dari akar Yunani dan Latin yang berarti manusia kera berjalan tegak.
Karl-Werner Frangenberg, seorang pemburu fosil, menemukan bagian atas tengkorak pada 2002 di sebuah lubang batu di Leinetal dekat Hanover. Istrinya, yang memiliki hobi sama, menemukan bagian pelipis dua tahun kemudian.
Sama dengan fosil Trinil
Tulang belulang itu, yang kini diyakini merupakan kerangka manusia tertua yang pernah ditemukan di Jerman, saat ini dipamerkan di Museum Hanover. Kerangka tertua Jerman sebelumnya adalah spesies lain, yakni Homo heidelbergensis, yang ditemukan pada 1907 dan berusia sekitar 600.000 tahun. Czarnetzki mengakui kesulitan mengukur usia fosil secara tepat, namun dirinya merasa yakin dengan kesamaan pada penemuan fosil manusia purba di Jawa pada 1891.
Fosil Manusia Purba Bertubuh Kerdil Ditemukan Di Palau
Maret 21, 2008 pada 10:46 am (sejarah)
Tags: arkeologi, homo floresiensis, manusia purba

Stephen Alvarez
Ukuran tulang manusia purba di Palau (tengah) dibandingkan dengan ukuran tulnag wanita sekarang (kiri) dan Homo floresiensis (kanan).
Selasa, 11 Maret 2008 | 22:16 WIB
JAKARTA, SELASA - Populasi manusia purba bertubuh kerdil tidak hanya ditemukan di Flores, namun juga di Palau, Micronesia, di antara gugusan pulau-pulau di Samudera Pasifik. Penemuan ini semakin menguatkan pendapat bahwa pengerdilan terjadi karena manusia tinggal terisolasi di pulau yang daerah jelajahnya sempit.
Fosil tersebut ditemukan Lee Berger, seorang paleoantropolog dari Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan saat melakukan kunjungan ke Palau tahun 2006. Ia sedang mengelilingi pulau berbatu yang berada pada jarak 600 kilometer timur Filipina itu dengan kayak saat menemukan tulang-belulang di dua buah gua. Ia baru melakukan penggalian intensif setelah mendapat dukungan National Geographic Society.
“Setidaknya sepuluh gua telah ditemukan di pulau berbatu tersebut dan penggalian pada salah satu gua menghasilkan fosil sekitar 25 individu,” ujar Lee. Salah satu kerangka lengkap yang ditemukan memperlihatkan sosok manusia setinggi 94 hingga 120 centimeter. Beratnya diperkirakan hanya 32 hingga 41 kilogram. Dari segi ukuran, manusia kerdil tersebut mirip manusia kerdil Flores yang kontroversial sebagai Homo floresiensis.
Namun, volume otaknya sekitar dua kali lipat otak manusia Flores. Dari hasil pengukuran strktur tulangnya, mereka juga lebih mirip Homo sapiens atau manusia modern meski dengan ukuran tulangnya terlampau kecil dan cenderung primitif. Mereka diperkirakan tinggal di sana antara 900 hingga 2.800 tahun.
created by:nita nurfitri,ria heryani,tia triana
sumber:wiklopedi
KAT PRASEJARAH INDONESIA
Setelah mempelajari kegiatan 3 pada modul ini, Anda dapat:
1. Menguraikan jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia;
2. Menjelaskan migrasi/perpindahan bangsa-bangsa ke Indonesia; dan
3. Menyebutkan 2 jenis bangsa yang pernah hidup di Indonesia pada zaman prasejarah.
Setelah Anda mempelajari kegiatan 1 dan 2 tentang prasejarah. Tertarikkah Anda dengan pelajaran sejarah? Untuk lebih menarik, maka silahkan Anda pelajari kegiatan 3 tentang masyarakat yang hidup pada zaman prasejarah.
Pada pembahasan tentang masyarakat prasejarah, maka yang akan dipelajari adalah berbagai jenis manusia yang hidup pada zaman prasejarah. Untuk itu silahkan Anda pelajari uraian materi berikut ini.
Jenis-jenis Manusia purba di Indonesia
Manusia yang hidup pada zaman prasejarah sekarang sudah berubah menjadi fosil. Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia terdiri dari beberapa jenis. Hal ini diketahui dari kedatangan para ahli dari Eropa pada abad ke-19, di mana mereka tertarik untuk mengadakan penelitian tentang fosil manusia di Indonesia.
Fosil manusia yang ditemukan pertama kali berasal dari Trinil, Jawa Timur oleh Eugene Dubouis, sehingga menarik para ahli lain untuk datang ke Pulau Jawa, mengadakan penelitian yang serupa. Selanjutnya penyelidikan fosil manusia dilakukan oleh GRH Von Koenigswald, Ter Har, dan Oppenoorth serta F. Weidenrech. Mereka berhasil menemukan fosil manusia di daerah Sangiran, Ngandong, di lembah Sungai Bengawan Solo.
Atas temuan fosil tersebut, Von Koenigswald membagi zaman Dilluvium/Pleistocen di Indonesia menjadi 3 lapisan yaitu Pleistocen bawah/lapisan Jetis, Pleistocen tengah/lapisan Trinil dan Pleistocen atas/lapisan Ngandong.
Penyelidikan fosil manusia selain dilakukan oleh orang-orang Eropa, juga oleh para ahli dari Indonesia, seperti Prof. Dr. Sartono, Prof. Dr. Teuku Jacob, Dr. Otto Sudarmadji dan Prof. Dr. Soejono. Lokasi penyelidikan antara lain Sangiran dan lembah Sungai Bengawan Solo. Dari hasil penyelidikan tersebut dapat diketahui jenis manusia purba yang hidup di Indonesia. Untuk itu silahkan Anda pelajari uraian berikut ini.
a. Meganthropus
Seperti yang telah diuraikan pada materi sebelumnya, Von Koenigswald menemukan tengkorak di Desa Sangiran tahun 1941. Tengkorak yang ditemukan berupa tulang rahang bawah, dan gigi geliginya yang tampak mempunyai batang yang tegap dan geraham yang besar-besar.
Dari penemuan tersebut, maka oleh Von Koenigswald diberi nama Meganthropus Palaeojavanicus yang artinya manusia raksasa tertua dari Pulau Jawa. Fosil tersebut diperkirakan hidupnya antara 20 juta - 15 juta tahun yang lalu, dan berasal dari lapisan Jetis. Untuk lebih menambah pemahaman Anda tentang jenis manusia purba di Indonesia, maka bandingkanlah jenis Meganthropus ini dengan jenis fosil yang lain seperti pada uraian materi berikut ini.
b. Pithecanthropus/Homo Erectus
Dengan kedatangan Eugene Dubouis ke Pulau jawa tahun 1890 di Trinil, Ngawi ditemukan tulang rahang, kemudian tahun 1891 bagian tengkorak dan tahun 1892 ditemukan tulang paha kiri setelah disusun hasil penemuan fosil-fosil tersebut oleh Eugene Dubouis diberi nama Pithecanthropus Eractus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Dan sekarang fosil tersebut dinamakan sebagai Homo Erectus dari Jawa. Homo Erectus hidupnya diperkirakan antara 1,5 juta - 500.000 tahun yang lalu dan berasal dari Pleistocen tengah atau lapisan Trinil.
Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami bahwa Homo Erectus ternyata usianya lebih muda jika dibandingkan dengan Meghanthropus Plaeojavanicus.
Untuk menambah pemahaman Anda tentang manusia jenis Homo Erectus, maka perhatikanlah hasil fosil Homo Erectus dan rekonstruksi dari fosil temuan Eugene Dubouis melalui gambar 12 & 13 berikut ini.
|
Gambar 12. Fosil Homo Erectus |
Gambar 13. Rekonstruksi Homo Erectus |
Para ilmuwan awalnya menganggap hasil temuan E. Dubouis (Homo Erectus) bukan termasuk garis keturunan manusia, tetapi setelah adanya temuan fosil oleh Von Koenigswald dari lapisan jetis/pleistocen bawah, maka seluruh ilmuwan mengakui bahwa fosil-fosil yang ditemukan Von Koenigswald lebih tua umurnya jika dibandingkan dengan Homo Erectus yang ditemukan oleh E. Dubouis.
Fosil manusia yang ditemukan Von Koenigswald di lapisan jetis (??) adalah :
- Fosil manusia yang ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 - 1941, diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis yang artinya manusia kera dari Mojokerto, dan sekarang disebut dengan Homo Mojokertensis.
- Fosil manusia yang ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo, diberi nama Pithecanthropus Robustus yang artinya manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya atau disebut dengan Homo Robustus.
Dari uraian di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau Anda sudah merasa paham, silahkan Anda jawab pertanyaan berikut ini!
- Fosil manusia tertua di Indonesia disebut dengan ....
- Penemu fosil manusia tertua adalah ....
- Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan Trinil disebut dengan ....
- Penemu fosil manusia di Trinil adalah ....
- Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan jetis adalah:
- a. ....
- b. ....
- c. ....
Seyogyanya Anda tidak melihat kunci jawabannya terlebih dahulu, sebelum Anda selesai menjawab seluruh pertanyaan yang disajikan. Dan selanjutnya Anda dapat mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di bawah ini.
- Meganthropus Palaeojavanicus.
- Von Koenigswald
- Homo Erectus
- Eugene Dubouis
- a. Meganthropus Palaeojavanicus
- b. Homo Mojokertensis
- c. Homo Robustus
Setelah Anda mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban, apakah Anda sudah puas dengan jawaban Anda? Kalau Anda sudah merasa puas, silahkan Anda kembali mempelajari uraian materi berikut.
c. Homo Sapiens
Homo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang. Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara.
Jenis fosil Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia terdiri dari:
- Fosil manusia yang ditemukan di daerah Ngandong Blora di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, lembah Sungai Bengawan Solo tahun 1931 - 1934. Fosil ini setelah diteliti oleh Von Koenigswald dan Weidenreich diberi nama Homo Sapien Soloensis (Homo Soloensis).
- Fosil manusia yang ditemukan di Wajak (Tulung Agung) tahun 1889 oleh Van Reitschotten diteliti oleh Eugene Dubouis kemudian diberi nama menjadi Homo Sapiens Wajakensis.
Tempat penemuan kedua fosil manusia di atas adalah lapisan Ngandong atau Pleistocen Atas dan hidupnya diperkirakan 100.000 - 50.000 tahun yang lalu. Untuk memudahkan Anda memahami lokasi penemuan jenis manusia purba di Indonesia, maka perhatikanlah gambar peta berikut ini.

Gambar 14. Peta Lokasi Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Timur.
Setelah Anda mengamati gambar peta lokasi penemuan fosil manusia purba, selanjutnya Anda dapat melengkapi tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Jenis Manusia Purba di Indonesia.

Seyoganya Anda tidak melihat terlebih dahulu kunci jawabannya, agar kemampuan pemahaman Anda terukur. Untuk selanjutnya Anda dapat mencocokkan apa yang Anda lengkapi pada tabel 3 dengan kunci jawabannya berikut ini.
| 1. Homo Sapiens Wajakensis 2. Von Reitschotten 3. Wajak/Tulung Agung 4. 1889 5. Homo Sapiens Soloensis 6. Von Koenigswald 7. Nagndong/Solo 8. 1931 - 1934 9. Homo Erectus 10. Eugene Dubouis | 11. 1890 12. Von Koenigswald 13. Ngandong 14. 1939 15. Homo Mojokertensis 16. Perning/Mojokerto 17. 1936 18. Meganthropus Palaeojavanicus 19. Von Koenigswald 20. Sangiran |
Puaskah Anda dengan jawaban Anda sendiri? Kalau Anda sudah merasa puas dan paham dengan uraian materi yang telah diberikan, maka lanjutkanlah pada materi berikutnya.
MANUSIA PURBA DI INDONESIA
Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :
Eugena Dobois, Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
1. Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju
2. Fosil lain yang ditemukan adalah :
3. Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
4. Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
5. Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo
Peta : Daerah penemuan Fosil di wilayah Jawa Tengah dan jawa Timur
G.H.R Von Koeningswald
Hasil penemuan beliau adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 - 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.
3. Penemuan lain tentang manusia Purba :
Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).
4. Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.
Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :
1. Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
2. Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
3. Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.
Menurut Dobois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.
Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :
1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo
Gb 5. Jenis manusia Purba Pithecanthropus
Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
Badannya tegak
Hidup mengumpulkan makanan
Makanannya tumbuhan
Rahangnya kuat
2. Ciri Pithecanthropus :
Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
Hidup berkelompok
Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
Mengumpulkan makanan dan berburu
Makanannya daging dan tumbuhan
3. Ciri jenis Homo :
Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
Muka dan hidung lebar
Dahi masih menonjol
Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya
CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
1. Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
2. Bentuk budaya yang bersifat Material
Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
1. Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
2. Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
1. Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
2. Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
3. Sistem bercocok tanam/pertanian
a. Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
b. Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
c. Sistem huma untuk menanam padi
d. Belum dikenal sistem pemupukan
4. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
5. Bahasa
Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.
Jenis Bangsa Prasejarah Indonesia
Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada zaman prasejarah di Kepulauan Indonesia ternyata sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri dari:Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain: kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya.
Demikianlah uraian materi tentang jenis bangsa prasejarah Indonesia
